Foto : Dokumentasi
SOLO, SUARASOLO.id – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengambil langkah strategis untuk menyambut arus mudik Lebaran 2026. Layanan Admisi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMS dipastikan akan kembali beroperasi mulai 26 Maret 2026.
Kebijakan ini diambil khusus untuk memfasilitasi para orang tua dan calon mahasiswa yang sedang mudik ke wilayah Solo Raya agar bisa berkonsultasi atau mendaftar langsung di kampus. Adapun pelayanan admisi Penerimaan Mahasiswa Baru libur pada 18–25 Maret 2026.
Direktur Direktorat Akademik dan Admisi UMS, Dr. Triyono, MSi menjelaskan bahwa penyesuaian jadwal ini adalah bentuk pelayanan prima bagi masyarakat luar kota.

Direktur Direktorat Akademik dan Admisi UMS, Dr. Triyono, M.Si
“Kami membuka layanan lebih awal pada 26 Maret untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat yang sedang mudik ke Solo agar bisa langsung mendaftarkan putra-putrinya ke UMS,” kata Triyono, Sabtu (14/3).
Dia juga mengimbau calon peserta yang ingin mengikuti tes seleksi berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT) untuk melakukan reservasi terlebih dahulu melalui sistem pendaftaran daring agar dapat memilih jadwal tes yang tersedia.
Pendaftaran PMB UMS dapat dilakukan secara daring melalui situs resmi ods.ums.ac.id. Informasi lengkap mengenai penerimaan mahasiswa baru juga dapat diakses melalui laman pmb.ums.ac.id serta akun Instagram @pmbums.
Triyono menyampaikan, per-Sabtu, 14 Maret 2026 pukul 11.30 WIB mencatat jumlah pendaftar mencapai 9.985 calon mahasiswa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.797 calon mahasiswa sudah diterima dan melakukan registrasi.
Tren peminatan program studi masih didominasi klaster kesehatan. Program studi Pendidikan Kedokteran dan Kedokteran Gigi bahkan hampir penuh karena tingkat keterisiannya telah melampaui 90 persen.
“Program studi yang prosentasenya sudah mendekati penuh, bahkan sudah di atas 90 persen, itu Pendidikan Kedokteran dan Kedokteran Gigi,” ujar Triyono saat memberikan keterangan mengenai perkembangan PMB UMS.
Selain dua program studi tersebut, sejumlah prodi di klaster kesehatan lainnya juga menunjukkan tingkat keterisian yang tinggi. Program studi Farmasi dan Psikologi, misalnya, telah terisi sekitar 50 hingga 80 persen dari kuota yang tersedia.
Triyono menjelaskan minat calon mahasiswa tidak hanya terfokus pada bidang kesehatan. Program studi yang berkaitan dengan teknologi digital juga mulai menarik perhatian pendaftar, seperti Bisnis Digital, Teknik Informatika, dan Ilmu Komunikasi.
Menurutnya, program studi baru seperti Bisnis Digital memperoleh perhatian cukup besar dari calon mahasiswa.
“Untuk Bisnis Digital sendiri yang mendaftar ada 289 calon mahasiswa, sementara yang diterima saat ini ada 71,” paparnya.
VA PAULO /*

